RSS

Thursday, November 5, 2009

Si Buntat berAum Chakkkk...




Di kala subuh yang hening....prakkkkkkkk!...pintu buruk di selak...

'Kurrrrrrrr...kurrrrrrrrrrr...kurrrrrrrrrr.....' Si Buntat tidur terbongkang dengan lelehan air liur basinya meleleh membasahi pipi dan bantal....

Mak Kiah menjengok kamar beradu anaknya itu...lalu menerjah dengan garangnya...

"Bunnnnnnnnnnnnnntetttt! Subuh!!!!...."

"Kurrrrrrrrrrrrr....keceKurrrrrrr....Kurrrrkuurrrrrkurrr ......."  Buntat bergoleng dan masih lena di buai mimpi nan indah...

...Buntat bermimpi sedang berlari-lari anak mengelilingi pokok sambil bermain 'Aum Cak' bersama ntah dunno sape but jejaka agak encem lah juga yang hanya bersarung batik dan berbulu dada...tercungap-cungap buntat coba mengejar jejaka encem itu tapi seringkali Buntat terpelecot...tetiba Buntat rasa kakinya di sentap dahan kayu oleh si jekaka encem tersebut, tergeliat Buntat terasa perit dan sakit...main kasar ya bisik Buntat....but I loikeeee!...

"Aduh!...Oiiii! Jangan arrr...."...teriak manjer si Buntat....

Mak Bedah dengan rakus menyepak kaki terjulur Buntat dengan ganaz sekali lagi....

"Buntetttt! Membute tak hengat tak nak bangun ek...?!!!...."

"Huh...Huh...kemana kamu nak lari arrrr!...hehehhehehe" Buntat masih kebluran bagai mengingau...sambil tangannya mengapai-gapai senyum meleret  sambil coba merangkul jejaka encem di dalam mimpinya itu....

Mak Bedah terkejut apabila di pelok Buntat....lalu Mak Bedah menolak Buntat...Buntat Jatuh di atas tilam nipis terbontang....

"Nko dah kenapa nih arr!!!" Teriak Mak Bedah sambil mencokak pinggang tak rampingnya...

...sekonyol Buntat berdiri lalu tetiba ingin berlari ke arah pintu pula....

Mak Bedah menarik Buntat "Oiiii Nak kemana pulak tu?!!..."

Di tepok kepala Buntat dengan ganaznya....terkocoh Buntat terhenti dari lamunan...seingat Buntat dia bangun untuk memelok jejaka impian, bila pelokan terurai dia coba mengejar jejaka tersebut pula....akan tetapi paluan Mak Bedah begitu menyesakkan paler otak Buntat dan berpinar sebentar mata Buntat  apabila dia di hempok begitu kuat....

Terjengil bulat mata Mak Bedah merenung Buntat. Terkejut Buntat melihat wajah bengis ibunya yang tidak gorjes itu....

"Hah?! Mimpi...Ngigaulah tu...sudah! bangun! sholat!..." teriak Mak Bedah yang sememangnya pemes dengan laungan berapi...hampir seluruh kampung telah maklum dengan gelagat Mak Bedah yang terkenal dengan laungan bak halilintar itu....

Buntat mengosok2 matanya..."Benci Arrr tak boleh tengok aku nak lomen sikit...adejerrr datang mengaco!..." bisik Buntat...

Buntat terkocoh ke dapur lalu mandi dan menunaikan kewajipan sejurus bergegas untuk ke tempat kerja...

Sepanjang perjalanan ke perhentian bas, Buntat masih lagi tersenyum-senyum sendiri mengenangkan mimpi romantisnya itu....sehingga Wokiah gan Jenon berhampiran pun dia sudah tidak perasan...

"Hah berangan lagi lah tu....hehehehehhe" gelak Wokiah ambil mencuit Jenon...

Setiap pagi mereka harus menunggu bas kompeni yang di pandu khas oleh Pak Mat di hujung jalan....untuk membawa mereka ke Kilang Selipar Jepun...

Mereka telah sekian lamanya berkerja di kilang membuat selipar jepun dan beraneka kasut itu dari mula di operasikan oleh Yap Chee Keong lebih 13 tahun yang lalu...

Kilang yang tidak seberapa besar dan canggih serta bauan getah yang terkadangkala bisa menebal sehingga ke keronkong dan urat saraf itulah tempat mereka meraih rezeki selama ini...

Di dalam bas Wokiah mencuit Buntat...."Woiii kata Ah Seng hari nih ada orang baru masuk kilang...lelaki tauuuu...." sengeh si Wokiah lalu di iyakan oleh Jenon yang beraksi agak cool pagi itu...

"Lelaki?!!!..." Buntat separuh menjerit...

"Yelah lelaki takkan pondan!...." serentak Wokiah dan Jenon berderai gelak mengekek...kesukaaan....

"Eh sape ek..sape?!!! Cakap arrr...." Buntat mendayu memujuk teman baiknya...

"Manalah kami tahu...nanti kita tengoklah sendiri..." Jenon jeling Buntat sambil melirik tersenyum....

Buntat terlalu girang....tak sesia Buntat bermimpi indah rupanya ada petanda baik bakal menunggu .....

Bersambung....

Sipnosis : Tiga Dara Pungutan...

Maka tersebutlah Alkisah di kampung Gelugur Senduk...kisah bermula perihal tiga orang anak 'mendara' yang bernama Buntat, Wokiah dan Jenon...

Harakian mereka adalah sahabat tersangat baik....kemana-mana pun mereka pergi pasti bersama...melainkan kalau ada tugasan termenung dan bermenung...

Buntat seorang wanita raksasa bergiganto yang serba perisian, gemar memberontak dan selalu bising tak tentu hala...ikut suka hati atok nenek moyang dia kalau dia merasa nak marah...dia akan melantunkan kesumat dewatanya tak kira masa dan di mana juwe...

Buntat pernah mengimpikan kehidupan sebagai seorang yang terkenal sepertimata penyanyi pop yeh yeh atau pelakon terkenal 'Ponisah Panda' yang menjadi pojaan dan kegilaan hatinya. Kadangkala pula sering kali berangan dan berhayal seolah dirinya selalu di gilai oleh para artis-artis terkemuka.

Manakalah Wokiah pula berbadan sedang dan pendek, gemar bersyiok sendiri, sering berangan berlakikan putera impian ala citer Acirella ataupun kisah lagenda terkenal Salju Putih Berdebu...

Walaupun mempunyai wajah yang manis akan tetapi mudah terpeliot dan terikut-ikut cara si Buntat yang selalu menjadi dalang dalam menerokai impian-impian yang tidak mencerminkan diri itu...

Jenon pula seorang yang mengalami masaalah kritikal yaitu perubahan watak yang kronis....kejadian seperti itu sering terjadi apabila acap kali menghadapi saat sukar dalam hidupnya...

Orangnya tinggi lampai dan mudah mengeliat dan tergeliat apabila tersentuh jiwa reganya...

Walaupun mereka bertiga mempunyai kegemaran dan perwatakan yang berbeza, namun ada sebab musabab yang dapat menyatukan mereka buat sekian lamanya. Yakni impian serta keterpaksaaan dalam mencari jodoh yang persis bisa mengegarkan donia dan pasti mempunyai impak maxima serta berpaksa paksi untuk memastikan pasangan itu kelak biarlah di luar jangkaan.

Untuk merealisasikan impian demikian berbagai onak duri, ranjau serta langkauan tegah di tembusi  semata bertujuan untuk mensensasikan dan melatopkan reaksi orang ramai. Ini adalah impian yang menjadikan mereka ini berdiri teguh bagai lesung dan pengiling... kukuh keras dan berkerikil!

Disini akan di paparkan satu cerita purbakala dan bermulanya satu expedisi pencarian yang tiada hentinya.....

Saksikan episode berikutnya...penulis sedang berkerja keras merencanakan larian cerita secara bertali arus dan kadangkala melalui jalan sukar kerana sering mengalami genjatan otak yang bertubi-tubi dan juga penangkisan nyamuk yang bermaharajalela....maklumlah cerita di tulis didalam keadaan yang dhaif yakni di dalam hutan belantara....lokasi terpaksa di rahasiakan....harap maklum........